• PESANTREN ATTAQWA SRAGEN
  • MIRI - SRAGEN - JAWA TENGAH

NASIHAT UNTUK WALI SANTRI

Pondok Pesantren bukan lagi alternatif pendidikan di Indonesia bagi orang tua, dan memang seharusnya begitu karena Pesantren adalah lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang telah melahirkan tokoh-tokoh berpengaruh baik di NKRI.

Sayangnya, banyak orang tua yang tidak kuat mental ketika mengirimkan anaknya menuntut ilmu jauh dari kampung. Mereka mengira akan sama saja dengan menyekolahkan anak dekat-dekat rumah.

Akhirnya, sebagian dari wali santri gagal, putus dijalan karena hatinya belum kokoh. Untuk itu, melalui halaman ini saya ingin memotivasi para orang tua atau calon wali santri untuk mempersiapkan hal-hal berikut saat memondokkan putra-putri mereka.

Tips ini berasal dari Pimpinan Pondok Modern Gontor, Kiyai Hasan Abdullah Sahal, di singkat dengan istilah TITIP

1. Tega

Huruf “T” yang pertama adalah Tega. Orang tua harus tega meninggalakan anaknya di pondok. Biasanya para ibu punya sindrom gak tegaan.

Yakinkan pada diri Anda bahwa di pesantren putra-putri ibu dididik bukan dibuang, diedukasi bukan dipenjara. Harus tega, karena pesantren adalah medan pendidikan dan perjuangan.

Yakinlah keadaan anak bapak jauh lebih baik dibanding keadaan saat Nabi Ibrahim alaihissalam meninggalkan putranya di gurun yang tandus tidak ada pohon sekalipun, apalagi MCK dan warteg.

ربنا إني أسكنت من ذريتي بواد غير ذي زرع …

Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman … (Ibrahim [14]: 37)

2. Ikhlas

“I”… ikhlas. Sebagaimana kita sadar, bahwa anak kita dididik, dan diajar, kita juga harus ikhlas purta-putri kita menjalani proses pendidikan itu; dilatih, ditempa, diurus, ditugaskan, disuruh hafalan, dibatasi waktu tidurnya, dan sebagainya.

Kalau merasa anak Anda dibuat tidak senyaman hidup dirumah, silakan ambil anak itu serkarang juga.

Pondok bukan funduk (hotel), pesantren tidak menyediakan pesanan. Lagi pula, guru dan ustadz belum tentu dibayar dari uang kita.

 

3. Tawakkal

Huruf T kedua adalah Tawakkal. Setelah menetapkan hati untuk tega dan ikhlas, serahkan semua pada Allah.

Berdoalah! Karena pesantren bukan tukang sulap, yang dapat mengubah begitu saja santri-santrinya. Kita hanya berusaha, Allah azza wa jalla mengabulkan doa.

Doa orang tua pada anaknya pasti dikabulkan. Minta juga anak untuk rajin berdoa karena doa penuntut ilmu mustajab.

4. Ikhtiar

Untuk poin ini yang utama adalah dana. Tidak semua pondok merupakan lembaga amal. Banyak pondok yang tidak menggaji ustadznya, masa’ harus dibebani dengan membiayai santrinya juga.

Imam Syafi’i sendiri berpesan mengenai syarat menuntut ilmu adalah dirham (baca: uang/rupiah). Insyallah, semua yang dibayarkan bapak-ibu 100% kembali pada anak-anak.

5. Percaya

Yang terakhir, Percaya. Percayalah bahwa anak bapak-ibu dibina, betul-betul dibina. Semua yang mereka dapatkan di pondok adalah bentuk pembinaan. Jadi kalau melihat anak-anakmu diperlakukan bagaimanapun, percayalah itu adalah bentuk pembinaan.

Jadi, jangan salah paham, jangan salah sikap, jangan salah persepsi.

Jangan sampai, ketika ibu-bapak berkunjung menjenguk anak, kebetulan melihat putra-putrinya sedang mengangkut sampah, kemudian wali santri mengatakan “ngak bener nih pondok, anak saya ke sini untuk belajar, bukan jadi pembantu”.

Ketahuilah bapak, ibu… putra-putrimu pergi ke pesantren untuk kembali sebagai anak berbakti. Jangan beratkan langkah mereka dengan kesedihanmu. Ikhlaskan, semoga Allah rahmati jalan mereka.

 

 

Publis : TIm IT At Taqwa

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Santri 6 tahun belajar IT (Information technology)

Jago nGaji, Pintar IT Program keahlian Information technology (IT) Pesantren At Taqwa Muhammadiyah Miri dengan program 6 tahun adalah program keahlian yang mencakup 2 domain, yaitu&nbs

30/07/2021 21:37 WIB - Administrator
5 HAL YANG PATUT DIPELAJARI DARI SEMUT

1. Semut tidak pernah putus asa Coba bentangkan tangan untuk menutup jalan yang dilalui semut. Semut tak akan putus asa, apalagi berhenti. Tapi terus mencari rute lain. Sudahkah kita

18/03/2021 15:20 WIB - Administrator
Pendidikan Vokasi di Era Revolusi Industri 4.0

Pendidikan vokasi merupakan model pendidikan yang mengusung keunggulan berupa 70% praktek dan 30% teori dengan harapan dapat menjadi salah satu jawaban dalam permasalahan penyiapan lulu

23/12/2020 06:59 WIB - Administrator
FIGUR KYAI DALAM PESANTREN

Kyai adalah gelar yang di berikan oleh masyarakat kepada seseorang yang memiliki pemahaman Ilmu Agama yang lebih, atau tokoh agama islam yang menjadi pemimpin dalam sebuah pondok pesant

08/12/2020 00:58 WIB - Administrator
SANTRI HARUS HIDUP MANDIRI

Sragen- Pimpinan Pondok Pesantren At Taqwa Muhammadiyah Miri Sragen, Drs. H. Suyatman memberikan bekal dan arahan kepada santrinya bagaimana hidup mandiri saat sudah kembali terjun ke m

01/12/2020 18:40 WIB - Administrator
MEMBEKALI LIFE SKILLS SANTRI

Era globalisasi ini merupakan era yang harus dilalui oleh siapapun yang hidup di abad ini. Di dalamnya dipenuhi syarat dengan kompetisi yang pemenangnya sangat ditentukan oleh kualitas

30/11/2020 17:01 WIB - Administrator
MEMBEKALI SANTRI UNTUK BERWIRAUSAHA

Pendidikan pesantren sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Lembaga pendidikan dan dakwah ini sudah berkontribusi besar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Seiring perkem

26/11/2020 21:57 WIB - Administrator
KENAPA SANTRI PERLU DILATIH BERTANI?

Para santri seyogyanya tidak bisa terhindarkan dari dunia pertanian. Pertanian merupakan hajat hidup manusia di sepanjang usianya. Tidak ada tani bisa dibilang tak ada yang bisa dimakan

26/11/2020 17:54 WIB - Administrator
IQ Tinggi Tapi Prestasi Rendah, Imbangi dengan Kecerdasan Emosional

IQ Tinggi tapi Prestasi Rendah — Sebagian orang atau pemimpin yang sukses di dunia kerja atau usaha terkadang tidak mempunyai kecerdasan yang mengagumkan. Tetapi di lain sisi, ada

19/11/2020 07:49 WIB - Administrator
STOP PUNGUTAN LIAR

STOP PUNGUTAN LIAR  Bersama Polres Miri, Sragen

27/10/2020 12:10 WIB - Administrator